Pendahuluan
Kesabaran merupakan salah satu akhlak mulia yang sangat
ditekankan dalam Islam. Setiap Muslim membutuhkan kesabaran dalam menjalani
kehidupan, baik ketika beribadah, menjauhi kemaksiatan, maupun menghadapi
berbagai ujian. Kesabaran bukan sekadar menahan kesedihan atau menerima
keadaan, melainkan keteguhan hati untuk tetap berada di atas ketaatan kepada
Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ
وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah
pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta
orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153).
Ayat ini menunjukkan betapa pentingnya kesabaran dalam
kehidupan seorang Muslim. Lantas, apa saja perkara yang termasuk bagian dari
kesabaran? Berikut tiga bentuk kesabaran yang hendaknya dimiliki setiap Muslim.
1. Bersabar dalam Melaksanakan Ketaatan kepada Allah
Perkara pertama adalah bersabar dalam menjalankan ketaatan
kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Beribadah membutuhkan kesungguhan dan
keteguhan, terlebih ketika tubuh merasa lelah, hati sedang tidak bersemangat,
atau kesibukan dunia menyita perhatian.
Seorang Muslim hendaknya tetap menjaga salat lima waktu,
bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu agama, membaca Al-Qur’an, berpuasa, dan
menjalankan berbagai amal saleh lainnya. Semua itu memerlukan kesabaran agar
ibadah tidak hanya dilakukan ketika semangat sedang tinggi.
Allah Ta’ala berfirman:
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا
Artinya: “Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat
dan sabar dalam mengerjakannya.” (QS. Thaha: 132).
Ayat tersebut menegaskan pentingnya keteguhan dalam menjaga
salat. Kesabaran dalam ketaatan juga berarti terus berusaha memperbaiki
kualitas ibadah, meluruskan niat, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi
kesulitan.
2. Bersabar dalam Menjauhi Kemaksiatan
Perkara kedua adalah bersabar dalam meninggalkan segala
sesuatu yang diharamkan oleh Allah. Terkadang, seseorang mengetahui bahwa suatu
perbuatan merupakan dosa, tetapi hawa nafsu, lingkungan pergaulan, dan godaan
setan membuatnya sulit menjauhinya.
Contohnya adalah menjaga pandangan dari perkara yang haram,
menahan lisan dari ghibah dan dusta, menjauhi riba, serta menghindari pergaulan
yang mengantarkan kepada kemaksiatan. Semua itu membutuhkan perjuangan dan
pengendalian diri.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ
الْهَوَىٰ فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ
![]() |
| madu ruqyah 1kg |
Artinya: “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran
Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sungguh,
surgalah tempat tinggalnya.” (QS. An-Nazi’at: 40–41).
Ayat ini mengajarkan bahwa menahan hawa nafsu merupakan jalan
menuju keselamatan. Orang yang bersabar meninggalkan maksiat mungkin harus
melawan keinginan dirinya sendiri, tetapi ia hendaknya yakin bahwa keridaan
Allah lebih berharga daripada kenikmatan sesaat.
3. Bersabar Menghadapi Takdir dan Ujian Allah
Perkara ketiga adalah bersabar ketika menghadapi musibah,
kesulitan hidup, kehilangan sesuatu yang dicintai, atau keadaan yang tidak
sesuai dengan harapan. Kehidupan dunia memang merupakan tempat ujian. Tidak ada
manusia yang terbebas sepenuhnya dari kesulitan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ
وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ
الصَّابِرِينَ
Artinya: “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit
ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah
kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155).
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ
Artinya: “Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin.
Sesungguhnya semua urusannya adalah baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999).
Hadis tersebut menjelaskan bahwa seorang mukmin memperoleh
kebaikan dalam berbagai keadaan. Ketika mendapatkan kesenangan, ia bersyukur;
ketika tertimpa kesulitan, ia bersabar. Keduanya menjadi kebaikan baginya.
Bersabar menghadapi ujian bukan berarti berdiam diri tanpa
usaha. Seorang Muslim tetap diperintahkan untuk berikhtiar, mencari jalan
keluar yang halal, berdoa, dan bertawakal kepada Allah. Ia juga tidak boleh
berputus asa dari rahmat-Nya.
Kesimpulan
Tiga perkara yang merupakan bagian dari kesabaran adalah
bersabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah, bersabar dalam menjauhi
kemaksiatan, dan bersabar menghadapi takdir serta ujian kehidupan.
Ketiga bentuk kesabaran ini saling melengkapi dalam membentuk
pribadi Muslim yang kuat imannya, baik akhlaknya, dan teguh pendiriannya.
Kesabaran memang tidak selalu mudah, tetapi setiap perjuangan dalam menaati
Allah dan menjauhi larangan-Nya memiliki nilai di sisi-Nya.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menganugerahkan kepada kita
hati yang sabar, lisan yang senantiasa terjaga, dan kekuatan untuk istiqamah
dalam ketaatan hingga akhir hayat. Aamiin.


Posting Komentar untuk "Tiga Perkara yang Merupakan Bagian dari Kesabaran dalam Islam"