Sikap Seorang Muslim di Masa Fitnah: Dalil Al-Qur’an, Hadits, dan Nasihat Ulama - bhazirmedia.my.id

Sikap Seorang Muslim di Masa Fitnah: Dalil Al-Qur’an, Hadits, dan Nasihat Ulama

Sikap Seorang Muslim di Masa Fitnah

Pendahuluan

Fitnah dalam bahasa Arab berarti ujian, cobaan, atau sesuatu yang menguji keimanan. Dalam istilah syar’i, fitnah bisa bermakna syirik, godaan dunia, perpecahan, hingga kekacauan yang membuat seorang muslim bingung menentukan sikap. Rasulullah ﷺ telah mengabarkan bahwa di akhir zaman akan muncul banyak fitnah bagaikan potongan malam yang gelap gulita, sehingga seorang mukmin dituntut untuk berhati-hati dalam bersikap.

Dalil Al-Qur’an tentang Fitnah

Allah ﷻ berfirman:

“Dan peliharalah dirimu dari fitnah yang tidak hanya menimpa orang-orang zalim di antara kamu saja, dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.”
(QS. Al-Anfal [8]: 25)

Ayat ini mengingatkan agar umat Islam waspada, karena fitnah bisa menimpa seluruh masyarakat, bukan hanya pelaku kezhaliman.

Peringatan Rasulullah ﷺ tentang Fitnah

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Bersegeralah beramal sebelum datang fitnah bagaikan potongan malam yang gelap gulita. Pada pagi hari seseorang masih beriman, namun pada sore hari ia telah kafir. Pada sore hari ia masih beriman, namun pada pagi hari ia telah kafir. Ia menjual agamanya dengan sedikit keuntungan dunia.”
(HR. Muslim no. 118)

Hadits ini menggambarkan betapa beratnya fitnah akhir zaman, sehingga iman bisa hilang dalam waktu yang singkat.

BISA KAMU AJAK KELUARGAMU KE BAITULLAH!!

Sikap Seorang Muslim di Masa Fitnah

  1. Kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah

    • Allah ﷻ berfirman:

      “Maka jika kamu berselisih dalam sesuatu, kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Sunnah)...”
      (QS. An-Nisa [4]: 59)

    • Seorang muslim wajib menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman, bukan hawa nafsu atau opini semata.

  2. Menjaga Lisan dan Menahan Diri

    • Rasulullah ﷺ bersabda:

      “Beruntunglah orang yang menahan lisannya, rumahnya melapangkan dirinya, dan ia menangisi kesalahannya.”
      (HR. Thabrani, hasan menurut Al-Albani)

    • Di masa fitnah, banyak orang terjebak dalam berita palsu, ghibah, dan provokasi. Seorang muslim hendaknya lebih banyak diam dan berhati-hati dalam berbicara.

  3. Menjauhi Pertikaian dan Kekerasan

    • Rasulullah ﷺ bersabda:

      “Akan datang fitnah, orang yang duduk lebih baik daripada yang berdiri, yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, yang berjalan lebih baik daripada yang berlari. Barangsiapa mencari-cari fitnah, maka fitnah itu akan menghancurkannya.”
      (HR. Bukhari no. 3601, Muslim no. 2886)

    • Artinya, dalam kondisi penuh fitnah, lebih baik seorang muslim menahan diri dari keterlibatan yang bisa menjerumuskan pada dosa dan perpecahan.

  4. Tetap Berpegang Teguh pada Jamaah Kaum Muslimin

    • Rasulullah ﷺ bersabda:

      “Barangsiapa memisahkan diri dari jamaah sejengkal saja, maka ia telah melepaskan ikatan Islam dari lehernya...”
      (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, shahih)

    • Seorang muslim harus menjaga persatuan, menjauhi kelompok-kelompok yang memecah belah umat, dan mengikuti ulama yang terpercaya.

  5. Memperbanyak Doa dan Istighfar

    • Dalam sebuah doa, Rasulullah ﷺ mengajarkan:

      “Ya Allah, tunjukilah aku kepada kebenaran di saat terjadi perselisihan.”
      (HR. Ahmad no. 27167, hasan)

    • Doa dan istighfar akan menjadi pelindung hati dari kesesatan dan kebingungan.

Penutup

Masa fitnah adalah masa yang penuh ujian, di mana kebenaran dan kebatilan sering bercampur. Seorang muslim harus berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah, menjaga lisan, menjauhi pertikaian, tetap bersama jamaah, serta memperbanyak doa. Dengan sikap ini, insyaAllah seorang muslim akan selamat dari gelombang fitnah yang mengguncang iman.

Referensi

  • Al-Qur’an al-Karim

  • HR. Muslim no. 118

  • HR. Bukhari no. 3601, Muslim no. 2886

  • HR. Ahmad no. 27167

  • Imam Nawawi, Syarh Shahih Muslim

  • Ibn Hajar al-Asqalani, Fath al-Bari


Posting Komentar untuk "Sikap Seorang Muslim di Masa Fitnah: Dalil Al-Qur’an, Hadits, dan Nasihat Ulama"