TIGA KATA YANG DAPAT MENDATANGKAN MURKA ALLAH
Al Imam Ibnul Qayyim -Muhammad bin Abi Bakar, 751H- rahimahullahu ta’ala mengatakan,
وَلْيَحْذَرْ العبد كُلَّ الْحَذَرِ مِنْ طُغْيَانِ " أَنَا "، " وَلِي "، " وَعِنْدِي "، فَإِنَّ هَذِهِ الْأَلْفَاظَ الثَّلَاثَةَ ابْتُلِيَ بِهَا إِبْلِيسُ وفرعون، وقارون، (فَأَنَا خَيْرٌ مِنْهُ) لِإِبْلِيسَ، وَ {لِي مُلْكُ مِصْرَ} لفرعون، وَ {إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِنْدِي} لقارون. وَأَحْسَنُ مَا وُضِعَتْ " أَنَا " فِي قَوْلِ الْعَبْدِ: أَنَا الْعَبْدُ الْمُذْنِبُ، الْمُخْطِئُ، الْمُسْتَغْفِرُ، الْمُعْتَرِفُ وَنَحْوِهِ. " وَلِي "، فِي قَوْلِهِ: لِيَ الذَّنْبُ، وَلِيَ الْجُرْمُ، وَلِيَ الْمَسْكَنَةُ، وَلِيَ الْفَقْرُ وَالذُّلُّ: " وَعِنْدِي " فِي قَوْلِهِ: " اغْفِرْ لِي جِدِّي، وَهَزْلِي، وَخَطَئِي، وَعَمْدِي، وَكُلَّ ذَلِكَ عِنْدِي.
“Hendaknya bagi setiap hamba agar senantiasa berhati-hati dari menyombongkan dirinya dalam ucapan, "Aku", "Milikku", "Kepunyaanku". Karena tiga ungkapan ini pernah menjadi ujian bagi Iblis, Fir’aun, dan Qarun.
1⃣ Iblis berkata ketika menentang perintah Allah,
أَنَا۠ خَیۡرࣱ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِی مِن نَّارࣲ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِینࣲ [ص ٧٦]
“Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah”. [QS. Shaad : 76]
2⃣ Fir‘aun berkata (kepada kaumnya untuk menolak ajakan beriman kepada Nabi Musa),
أَلَيْسَ لِي مُلْكُ مِصْرَ وَهَذِهِ الأنْهَارُ تَجْرِي مِنْ تَحْتِي أَفَلاَ تُبْصِرُوْنَ [الزخرف : ٥١]
“Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini milikku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; apakah kalian tidak melihat?” [QS. Az-Zukhruf : 51]
3⃣ Dan Qarun berkata (kepada kaumnya yang telah menasehatinya),
إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِنْدِ [القصص :٧٨]
“Sesungguhnya aku diberi (harta itu), semata-mata karena ilmu yang ada padaku.” [QS. Al-Qashas : 78]
![]() |
| IWEAR (KISWAH) STOK TERBATAS..!! |
Adapun penggunaan yang terbaik untuk kata 'Aku' adalah ketika seorang hamba berkata:
“Aku hanyalah seorang hamba yang banyak dosanya, banyak kesalahannya, selalu memohon ampunan dan mengakui dosa-dosanya,”dan semisalnya.
Sedangkan kata 'Milikku' yang baik, seperti ketika ia mengatakan,
“Dosa-dosa itu milikku, kesalahan itu milikku, kemiskinan, kekurangan dan kehinaan itu adalah milikku.”
![]() |
| SOLUSI DESAIN GRAFIS NIH..!! Hubungi Kami! |
Dan diantara tempat paling baik disebutkan kata "padaku" seperti ketika ia mengatakan,
“Ya Allah, ampunilah kesalahanku, baik yang aku lakukan ketika serius maupun bercanda, dan ampunilah kesalahanku saat aku tidak sengaja maupun sengaja dan itu semua memang ada pada diriku.”
📚 Sumber: Zaadul Ma‘ad (jilid: 2/hlm. 434)
.jpeg)


alhamdulillah setelah membaca artikel ini semakin yakin untuk membaca artikel ini
BalasHapus