JANGAN TAMPAKKAN NIKMAT KEPADA SETIAP ORANG
.jpeg)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata ketika menjelaskan firman Allah Ta‘ala:
ادْعُوا رَبَّكُم تَضَرُّعًا وَخُفيةً إِنهُ لايحبُّ المعتدين
“Berdoalah kepada Rabb kalian dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas...” (Al A'raaf 7:55) Beliau menyebutkan sepuluh faedah dari menyembunyikan doa. Di antaranya, faedah yang kesembilan adalah:
Bahwa nikmat yang paling agung adalah bisa menghadap kepada Allah dengan ibadah dan penghambaan. Setiap nikmat memiliki orang yang iri sesuai kadar nikmat itu, baik kecil maupun besar. Dan tidak ada nikmat yang lebih agung dari nikmat ini. Jiwa orang-orang yang hasad sangat terikat dengannya, dan tidak ada cara yang lebih aman bagi orang yang diberi nikmat selain menyembunyikan nikmat itu dari orang yang hasad.
Nabi Ya‘qub pun berkata kepada putranya Yusuf ‘alaihimassalam:
لاَ تَقْصُصْ رُؤْيَاكَ عَلَى إِخْوَتِكَ فَيَكِيدُوا لَكَ كَيْدًا
“Janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, nanti mereka akan membuat tipu daya untukmu.” (Yusuf 12:5)
Betapa banyak orang yang memiliki hati yang bersih, perhatian penuh, serta keadaan yang baik bersama Allah, namun ketika ia menceritakannya dan menampakkannya, akhirnya keadaan itu hilang darinya karena ulah orang lain.
Oleh karena itu, para ulama dan para masyayikh menasihati agar menjaga rahasia antara hamba dengan Allah, jangan sampai diketahui orang lain. Kaum salik (penempuh jalan menuju Allah) adalah orang yang paling besar menjaga rahasia hubungan mereka dengan Allah.
Apa yang Allah anugerahkan berupa cinta kepada-Nya, kedekatan dengan-Nya, dan ketenangan hati, terutama pada seorang hamba yang sedang menapaki jalan menuju-Nya, itu semua termasuk nikmat yang paling utama untuk dijaga dari pandangan orang-orang yang hasad.
Namun apabila seorang hamba sudah kuat, teguh, dan kokoh ibadahnya, seperti pohon yang baik yang akarnya menghujam ke bumi dan cabangnya menjulang ke langit, sehingga ia tidak khawatir lagi akan goyah oleh badai, maka saat itu bila ia menampakkan keadaannya bersama Allah agar bisa diteladani dan diikuti orang lain, tidak mengapa.
Ini adalah pembahasan yang sangat bermanfaat, hanya bisa diketahui oleh orang-orang yang benar-benar mengalaminya. Apabila doa saja yang diperintahkan untuk disembunyikan, padahal doa mencakup permintaan, pujian, cinta, dan penghambaan diri kepada Allah, maka sungguh itu termasuk harta yang paling berharga, yang lebih layak untuk dijaga dari pandangan orang-orang yang hasad.
(Majmu‘ al-Fatawa 18/15-19)
Posting Komentar untuk "Jangan Tampakkan Nikmat kepada Setiap Orang: Nasihat Bijak dalam Islam"