🌿 Berhias Ketika Hendak Shalat bagi Lelaki
📌 Pendahuluan
Shalat adalah ibadah yang paling utama dalam Islam, bahkan disebut sebagai tiang agama. Oleh karena itu, seorang Muslim dianjurkan untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya sebelum melaksanakan shalat. Salah satu bentuk persiapan tersebut adalah berhias (tazayyun), yaitu membersihkan dan memperindah diri dengan cara yang dibolehkan syariat.
Berhias di sini bukan sekadar penampilan fisik, melainkan mencakup kebersihan, kerapian, serta mengenakan pakaian yang layak ketika berdiri di hadapan Allah ﷻ. Hal ini berlaku bukan hanya bagi wanita, tetapi juga bagi lelaki.
📖 Dalil dari Al-Qur’an
Allah ﷻ berfirman:
“Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid...”(QS. Al-A’raf: 31)
Ayat ini menjadi dasar perintah untuk berhias ketika hendak shalat. Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim menjelaskan bahwa maksud dari “zinah” (perhiasan) adalah pakaian yang menutup aurat dengan baik, bersih, dan indah sesuai kemampuan, terutama ketika shalat.
📖 Dalil dari Hadis
Rasulullah ﷺ dikenal sebagai orang yang menjaga kebersihan dan penampilan. Beliau bersabda:
“Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan.”(HR. Muslim, no. 91)
Hadis ini menjadi landasan bahwa berhias dengan cara yang benar adalah ibadah, selama tidak berlebihan dan tidak menyerupai kebiasaan kaum kafir atau wanita.
Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma juga meriwayatkan:
“Apabila Rasulullah ﷺ keluar untuk shalat Jum’at, beliau memakai pakaian terbaiknya.”(HR. Ahmad, no. 4998)
📌 Bentuk Berhias bagi Lelaki ketika Shalat
-
Menutup Aurat dengan BaikLelaki wajib menutup auratnya, yaitu dari pusar hingga lutut, namun yang lebih utama adalah memakai pakaian yang menutup bahu, sebagaimana sabda Nabi ﷺ:“Janganlah salah seorang dari kalian shalat dengan hanya memakai satu kain yang tidak menutupi bahunya.”(HR. Bukhari no. 359, Muslim no. 516)
-
Memakai Pakaian Bersih dan IndahTidak harus mahal, tetapi sebaiknya rapi dan sopan.
-
Menggunakan WewangianRasulullah ﷺ sangat menyukai wangi-wangian, khususnya ketika hendak shalat.“Dari dunia ini, aku dijadikan cinta kepada wanita dan wewangian, dan dijadikan penyejuk mataku di dalam shalat.”(HR. An-Nasa’i, no. 3939)
-
Menyisir Rambut dan Menjaga KerapianAnjuran menyisir rambut disebut dalam hadis:“Barang siapa memiliki rambut, maka hendaklah ia memuliakannya (dengan merapikannya).”(HR. Abu Dawud no. 4163)
-
Menjaga Kebersihan Badan dan MulutRasulullah ﷺ sangat menganjurkan bersiwak sebelum shalat agar mulut bersih dan harum.
⚠️ Hal yang Harus Dihindari
-
Berlebihan dalam berhias (tabarruj) yang menyerupai wanita.
-
Memakai pakaian yang ketat dan menampakkan lekuk tubuh.
-
Menggunakan wewangian yang menyolok hingga mengganggu jamaah lain.
📚 Referensi
-
Al-Qur’an al-Karim
-
Shahih Muslim, no. 91
-
Shahih Bukhari, no. 359
-
Musnad Ahmad, no. 4998
-
An-Nasa’i, Sunan An-Nasa’i, no. 3939
-
Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, Dar Thayyibah, 1999
-
Imam Nawawi, Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim, Dar al-Ma’rifah, 1996
📝 Penutup
Berhias ketika hendak shalat bukan sekadar soal penampilan, melainkan bentuk penghormatan seorang hamba kepada Rabb-nya. Bagi lelaki, berhias dengan pakaian bersih, rapi, wangi, dan menutup aurat dengan sempurna adalah sunnah yang sangat dianjurkan. Dengan demikian, shalat menjadi lebih khusyuk, bernilai ibadah yang sempurna, dan menunjukkan rasa syukur atas nikmat yang Allah ﷻ berikan.



Posting Komentar untuk "Berhias Ketika Hendak Shalat bagi Lelaki: Sunnah, Dalil, dan Adabnya"